Alasan Paulo Dybala Tidak Cocok Dengan MU

Alasan Paulo Dybala Tidak Cocok Dengan MU

Manchester United tengah berburu pemain baru pada bursa transfer musim panas ini. Setan Merah ini menambah kekuatan skuatnya sesudah tampil membuat kecewa pada musim lalu.

Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer, dengan tegas menyatakan konsentrasi mengejar talenta bandar bola indonesia muda Britania pada musim panas ini. Sejauh ini, dia masih memegang kata-katanya.

Daniel James telah didatangkan dari Swansea, sementara Aaron Wan-Bissaka segera menyusul dari Crystal Palace. Keduanya sama-sama pemain muda.

Namun, Manchester United pun jelas perlu pemain yang matang dan kenyang kawakan jika tak ingin melulu memburu posisi empat besar. Tambahan pemain yang tepat bukan tak barangkali akan menolong Setan Merah masuk balapan juara Premier League musim depan.

Ada sejumlah nama yang dihubung-hubungkan dengan MU. Satu di antaranya ialah pemain asal Argentina. Tentu saja, yang dimaksud bukan Lionel Messi.

Pemain yang dihubungkan dengan Manchester United ialah striker Juventus, Paulo Dybala. Namun, Dybala dirasakan bukan penyelesaian brilian untuk Setan Merah.

Sulit Penuhi Ekspektasi Tinggi

Paulo Dybala pernah digadang-gadang sebagai The Next Lionel Messi. Pujian tinggi datang dari fans Argentina maupun Serie A. Bahkan, dia pernah dirasakan sebagai sosok muda dari Diego Maradiona.

Namun, sekitar ini Dybala belum dapat memenuhi ekspektasi tinggi. Dia belum mengindikasikan jalan mengarah ke penghargaan bergengsi laksana Ballon d’Or.

Catatan terbaiknya dalam kompetisi Ballon d’Or ditorehkan pada 2017. Saat itu, dia menduduki urutan ke-15. Posisinya bahkan di bawah Antoine Griezmann, pemain beda yang pun dihubungkan dengan MU.

Fakta Dybala sering sulit menjebol starting XI Timnas Argentina pun bukan tanpa alasan. Performanya sering tak merefleksikan asa tinggi yang tidak jarang kali terarah padanya.

Terlalu Mahal

Harga Paulo Dybala terlampau mahal untuk Manchester United. Meskipun bukan seorang superstar, dia tetap pesepak bola bernilai tinggi di Allianz Stadium.

Di samping itu, Juventus klub yang paling sehat, sampai-sampai tak perlu uang dari Manchester United.

Faktor umur Dybala yang masih 25 tahun dan reputasinya yang mendunia menciptakan harga Dybala melambung tinggi. Harganya bahkan diprediksi dapat mencapai 200 juta poundsterling. Tentu saja, harga itu tak cocok untuk Manchester United dan bakal lebih realistis andai MU menggali pemain beda yang lebih murah.

Tak Cocok guna Sepak Bola Inggris

Banyak pemain-pemain tenar yang datang ke Inggris dan dan gagal. Fakta tersebut bukan berarti mengindikasikan mereka bukan pemain bertalenta, melulu saja kurang dapat beradaptasi dengan gaya bermain di Inggris.

Sepak bola Inggris paling menuntut jasmani dan kecepatan. Artinya, pemain yang tak dapat bermain cepat bakal kesulitan. Tentu saja terdapat perkecualian guna pemain laksana David Silva dan Juan Mata. Keduanya dapat mengatasi deretan pertahanan yang tangguh meskipun tak mengandalkan permainan fisik.

Mampukah Dybala berperan laksana Silva atau Mata? Sepertinya tidak.

Rekan senegaranya, Angel Di Maria dapat dijadikan contoh. Meskipun punya nama besar, dia dapat dibilang tidak berhasil di Manchester United.

Artinya, Manchester United terlampau berjudi dalam daftar judi bola terbesar andai ngotot menggondol Paulo Dybala ke Old Trafford.

De Jong Tidak Kecewa Dengan Matthijs De Ligt

Gelandang Barcelona Frankie De Jong Tidak Kecewa Dengan Matthijs De Ligt yang dibatalkan di Camp Nou. De Jong juga menghargai keputusan De Ligt yang akhirnya lebih memilih Juventus daripada Barcelona.

Matthijs de Ligt telah menjadi salah satu properti pasar transfer paling populer di pasar transfer musim panas ini. De Ligt, 19 tahun, berhasil memimpin tim Ajax di Amsterdam untuk menjadi juara liga Belanda dan lolos ke semifinal Liga Eropa. Frenkie de Jong, mitra De Ligt di Ajax, seperti yang dikutip salah satu agen bola terbaik dunia.

Frankie De Jong Tidak Kecewa Dengan Matthijs De Ligt

Frankie De Jong Tidak Kecewa Dengan Matthijs De Ligt

Seperti kita ketahui, De Ligt akhirnya memutuskan masa depannya untuk bergabung dengan Juventus dan menjadi rekan setim Cristiano Ronaldo. Meskipun selama bursa transfer musim panas 2019, namanya sering dikaitkan dengan kepindahannya ke Barcelona.

Termasuk De Jong yang mengatakan dia sangat senang jika dia bisa menjadi tim bersama De Ligt di Barcelona. Namun, pada kenyataannya, keinginan De Jong tidak terwujud karena sang bek memutuskan untuk pindah ke Italia. Namun demikian, De Jong sangat menghargai keputusan rekan senegaranya. Dia mengaku senang dan apa yang dilakukan De Ligt dianggap sebagai langkah yang baik oleh De Jong.

Tidak, saya tidak kecewa. Tentu saja, saya akan lebih bahagia jika dia memutuskan untuk bergabung dengan Barcelona, ​​kata De Jong, mengutip dari situs bola terbaik di Indonesia, Minggu (21/07/2019). Tapi itu keputusannya dan dia melakukannya dengan keluarganya, agennya dan pacarnya. Saya hanya bisa bahagia untuknya, “tambah pemain Belanda itu. Dia mengambil langkah besar. Sebenarnya, saya lebih suka melihatnya di Barcelona, ​​tetapi Juventus juga merupakan langkah yang baik baginya, simpulnya.

Wakil Presiden Barcelona, ​​Jordi Cordoner, menjelaskan hal yang sama: mengapa klubnya tidak kecewa sama sekali meskipun ia gagal merekrut Matthijs de Ligt musim panas ini.